Showing posts with label Pengertian. Show all posts
Showing posts with label Pengertian. Show all posts

Wednesday, November 29, 2017

Skala Pengukuran Data pada Penelitian Kuantitatif

Posted by Unknown on 11/29/2017 03:32:00 PM with No comments
Berdasarkan jenis skala pengukuran data, data kuantitatif dikelompokkan ke dalam empat jenis yang memiliki sifat berbeda. Adapun definisi dari skala pengukuran data adalah merupakan prosedur pemberian angka pada suatu objek agar dapat menyatakan karakteristik dari objek tersebut. Keempat jenis-jenis skala pengukuran data tersebut, antara lain:


  1. Skala Nominal

Skala nominal adalah suatu skala yang diberikan pada suatu objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekadar label atau kode saja. Skala ini hanya mengelompokkan objek/ kategori ke dalam kelompok tertentu.
Misalnya:

  • Gender: 1 = Laki-laki
                        2 = Perempuan
    • Pendidikan: 1 = untuk tingkat SLTP
                                  2 = untuk tingkat SMU

                                  3 = untuk tingkat perguruan tinggi

    Angka 1 dan 2 atau 3 pada skala pengukuran ini tidak berarti, bahwa angka tiga lebih tinggi kedudukannya daripada angka dua, begitu juga sebaliknya. Angka tersebut hanya sebatas identifikasi saja terhadap suatu objek.

    Skala ini mempunyai dua ciri, yaitu;
    a. Kategori data bersifat saling lepas (satu objek hanya masuk pada satu kelompok saja)
    b. Kategori data tidak disusun secara logis.

         
           2. Skala Ordinal

    Skala ordinal adalah data yang berasal dari kategori yang disusun secara berjenjang mulai dari tingkat terendah sampai ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Dibandingkan dengan data nominal, data ordinal setiap jenjang memiliki sifat yang berbeda. Data jenis ini berlaku perbandingan dengan menggunakan fungsi yang berbeda > atau <.
    Misalnya:
    • Taman kanak-kanak                         = 1
    • Sekolah dasar (SD)                          = 2
    • Sekolah menengah pertama (SMP) = 3
    • Sekolah menengah atas (SMA)       = 4
    • Diploma                                           = 5
    • Sarjana                                             = 6
    Analisis data di atas menunjukkan pendidikan TK dengan nomor urut 1 lebih rendah dibanding dengan tingkat pendidikan SD nomor urut 2 dan SD lebih rendah dibanding SMP.

         
            3. Skala Interval

    Skala interval adalah suatu skala dimana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, dimana jarak/interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Skala ini memiliki ciri sama dengan ciri pada skala ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama. Pada skala ini yang dijumlahkan bukanlah kuantitas atau besaran, melainkan interval dan tidak terdapat nilai nol.
    Contoh:
    Jawaban:       STS    TS    N    S   ST
                            1        2      3    4     5
    Interval antara STS dan TS atau S dan ST adalah sama.

    Ket:
    • STS (Sangat tidak setuju)
    • TS (Tidak setuju)
    • N (Netral)
    • S (Setuju)
    • ST (Sangat setuju)
          
           4. Skala Rasio

    Skala rasio adalah suatu skala yang memiliki sifat-sifat skala nominal skala ordinal dan skala interval dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris. Karena terdapat angka nol maka pada skala ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. Sifat yang membedakan data skala rasio dengan nominal, ordinal dan interval dapat dilihat melalui contoh ini.
    Contoh:
    Panjang suatu benda dalam ukuran meter dinyatakan dalam rasio.
    • Panjang benda 1 meter dengan 2 meter sangat berbeda nyata, sehingga dapat dibuat kategori benda yang berukuran 1 meter dan 2 meter (sifat data nominal).
    • Ukuran panjang benda mulai dari yang terpendek sampai yang paling panjang (sifat data ordinal).
    • Perbedaan antara panjang benda 1 meter dengan 2 meter memiliki perbedaan yang sama antara panjang benda 2 meter dengan 3 meter (sifat data interval).
    • Kelebihan sifat yang dimiliki data rasio ada dua hal, yaitu data rasio memiliki angka 0 meter, artinya tidak ada benda yang diukur dan benda yang memiliki panjang 4 meter 2 kali lebih panjang dari benda yang memiliki panjang 2 meter. Kedua hal tersebut tidak dimiliki oleh jenis data nominal, ordinal, dan interval.

    Sumber: Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenamedia Group: Jakarta

    -Author: 'Easy' East

    Dasar-dasar Penelitian

    Posted by Unknown on 11/29/2017 01:10:00 PM with No comments
    1. Pengertian Penelitian
    Penelitian adalah terjemahan dari kata Inggris research. kata research sendiri berasal dari kata re yang berarti "kembali" dan to search yang berarti mencari. Dengan demikian, arti sebenarnya dari research adalah "mencari kembali". Adapun pengertian penelitian menurut para ahli adalah sebagai berikut:
    a. Penelitian adalah suatu metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan pemikiran kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati untuk menentukan apakah ia cocok dengan hipotesis. (Woody, 1927)
    b. Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. (Parson, 1946)
    c. Penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antarfakta dan menghasilkan dalil atau hukum. (John, 1949)

    Dari beberapa pengertian penelitian yang dikemukakan beberapa ahli, maka pengertian penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: "Penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu/masalah dengan perlakuan tertentu terhadap masalah tersebut seperti memeriksa, mengusut, menelaah dan mempelajari secara cermat serta memformulasikan hipotesis sehingga diperoleh sesuatu seperti mencapai kebenaran, memperoleh jawaban atas masalah, pengembangan ilmu pengetahuan, dan sebagainya."

     2. Jenis-Jenis Penelitian
    Penelitian dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain:
    2.1 Jenis Penelitian Berdasarkan Hasil Yang Ingin Dicapai
    Jenis penelitian berdasarkan hasil yang ingin dicapai dibedakan atas dua kategori, antara lain:
    a. Penelitian Dasar (Basic Research) Penelitian dasar adalah penelitian yang mempunyai alasan intelektual, dalam rangka memperluas ilmu pengetahuan manusia tidak untuk membuat atau menciptakan sesuatu.
    Contoh: Pengaruh pemberian stimulus terhadap respon pada binatang. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan pada manusia, misalnya pengaruh pemberian insentif terhadap perilaku kerja.
    b. Penelitian Terapan (Applied Research) Penelitian terapan adalah penelitian yang mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui tujuan agar dapat melakukan sesuatu yang jauh lebih baik, lebih efektif dan efisien.
    Contoh: Pengaruh traktornisasi terhadap penyerapan tenaga kerja. Pengaruh produktivitas tenaga kerja terhadap kepuasan kerja.
    2.2 Jenis Penelitian Menurut Metode Jenis penelitian berdasarkan metode, dibedakan atas delapan kategori, antara lain:
    a. Penelitian Survei (Survey Research) Penelitian survei adalah penelitian dengan tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel-variabel yang diteliti.
    b. Penelitian Ex Post Facto Penelitian Ex Post Facto adalah penelitian dengan melakukan penyelidikan secara empiris yang sistematik, dimana peneliti tidak mempunyai kontrol langsung terhadap variabel-variabel bebas (Independent Variables), karena fenomena sukar dimanipulasi.
    c. Penelitian Percobaan (Experiment Research) Penelitian percobaan adalah penelitian dengan melakukan sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen.
    d. Penelitian Naturalistik Jenis Penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alami (sebagai lawannya adalah ekspermen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), data yang dihasilkan bersifat deskriptif, dan analisis data dilakukan secara induktif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
    e. Penelitian Policy (Policy Research) Penelitian policy research dimulai karena adanya masalah, dan masalah ini pada umumnya dimiliki oleh para administrator atau pengambil keputusan pada suatu organisasi.
    f. Penelitian Tindakan (Action Research) Penelitian tindakan adalah suatu penyelidikan atau penelitian dalam konteks usaha yang berfokus pada peningkatan kualitas organisasi serta kinerjanya.
    g. Penelitian Evaluasi Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan.
    h. Penelitian Sejarah Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu.

    2.3 Jenis Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi
    Penelitian menurut tingkat eksplanasi (penjelasan) adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan/pengaruh atau membandingkan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Jenis penelitian menurut tingkat eksplanasi dapat dikelompokkan menjadi:
    a. Penelitian Deskriptif 
    Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.
    Contoh: Produktivitas kerja pegawai negeri tinggi.
    b. Penelitian Komparatif 
    Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian variabel mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
    Contoh: Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri dan swasta. 
    c. Penelitian Asositif/Hubungan 
    Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
    Contoh: Adakah hubungan antara produktivitas kerja dengan kepuasan kerja.

    2.4 Jenis Penelitian Menurut Jenis Data
    Jenis penelitian ini dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu:
    a. Jenis Kualitatif (data berbentuk kalimat)
    b. Janis Kuantitatif (data berbentuk angka)
    c. Gabungan (bentuk kalimat dan angka)

    Sumber: Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenamedia Group: Jakarta

    -Author: 'Easy' East