Thursday, November 30, 2017

Populasi dan Sampel Penelitian

Posted by Unknown on 11/30/2017 12:18:00 PM with No comments
Populasi berasal dari bahasa inggris yaitu population yang berarti jumlah penduduk. Dalam metode penelitian, kata populasi amat populer dipakai untuk menyebutkan serumpun/sekelompok objek menjadi sasaran penelitian. Populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dan sebagainya. Sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian (Bungin, 2006:99).
Jenis populasi terbagi dua, yaitu:
1. Populasi finit, artinya jumlah individu ditentukan
2. Populasi infinit, artinya jumlah individu tidak terhingga atau tidak diketahui dengan pasti.

Sampel adalah suatu prosedur pengambilan data dimana hanya sebagian populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari suatu populasi.

1. Teknik Pengambilan Sampel

Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi dapat dibedakan menjadi dua kategori teknik pengambilan sampel, yaitu probability sampling dan non probability sampling seperti yang dijelaskan di bawah ini.

a. Probability Sampling

Merupakan metode sampling yang setiap anggota populasi memiliki peluang sama untuk terpilih sebagai sampel.

     1) Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling)
Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada dalam suatu populasi untuk dijadikan sampel. Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah:
                a) Anggota Populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen.
                b) Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel

     2) Strata Sampel (Stratified Sampling)
Stratified sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan populasi yang memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan memiliki karakteristik sendiri. Karena jumlah populasi pada setiap strata tidak sama, maka dalam pelaksanaannya dibagi dua jenis, yaitu:
          a) Proporsional Sampel
Jumlah Sampel yang diambil dari setiap strata sebanding, sesuai dengan proporsional ukurannya.
Contoh: Perhitungan untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing strata (tingkatan), jika diketahui jumlah sampel yang diambil 120 orang
                    >) Ukuran sampel = 120 orang
                    >) Proporsi sampel untuk setiap strata = 120/1200 = 0.1.
                    >) Setiap jumlah sampel dari setiap strata dikalikan proporsi sampel.
 Misal:
Jumlah sampai SD        = Populasi SD x proporsi
                                      = 150 x 0.1 = 15 orang.

Strata
Anggota Populasi
Proporsi
Jumlah Sampel (orang)
% Sampel dalam populasi
SD
230
0.1
23
19.2
SMP
270
0.1
27
22.5
SMU
300
0.1
30
25
Sarjana
400
0.1
40
33.3
Jumlah
1200

120


           b) Disproporsional Sampel
Jumlah sampel yang diambil dari setiap strata jumlahnya sama tidak sebanding dengan jumlah populasi dengan proporsi sampai di setiap strata. Perhitungan untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing strata (tingkatan), jika diketahui jumlah sampel yang diambil 120 orang.
Ditetapkan setiap strata jumlah sampel yang diambil dari setiap strata 30 orang.

Strata
Anggota Populasi
Jumlah Sampel (orang)
% Sampel dalam populasi
SD
230
30
19.2
SMP
270
30
22.5
SMU
300
30
25
Sarjana
400
30
33.3
Jumlah
1200
120

      3) Cluster Sampling
Teknik penarikan sampel dengan menggunakan metode ini adalah populasi dibagi dulu atas kelompok berdasarkan area atau cluster, lalu kemudian beberapa cluster dipilih sebagai sampel, dari cluster tersebut bisa diambil seluruhnya atau sebagian saja untuk dijadikan sampel, anggota populasi di setiap cluster tidak perlu homogen. Sampel ditark dengan teknik kombinasi antara stratified sampling dan cluster sampling.
Contoh:
Penarikan sampel pengguna telepon seluler di DKI Jakarta dengan tujuan untuk mengetahui merek telepon seluler apa yang paling disukai. Misalnya jumlah sampel telah ditentukan 200 orang.
                 >) Membagi Area
Membagi daerah objek penarikan sampel ke dalam beberapa area, seperti pada penjelasan di bawah ini:
DKI Jakarta                                   DKI Jakarta:                                             
Ø  Jakarta Utara          ==>              Ã˜  Jakarta Utara = 10%
Ø  Jakarta Timur         ==>              Ã˜  Jakarta Timur = 20%
Ø  Jakarta Pusat          ==>              Ã˜  Jakarta Pusat = 25%
Ø  Jakarta Selatan       ==>              Ã˜  Jakarta Selatan = 30%
Ø  Jakarta Barat          ==>              Ã˜  Jakarta Barat = 15%

      4) Sampel Ganda (Double Sample)
Double sample (sampel ganda) sering juga disebut dengan istilah sequential sampling (sampel berjenjang, multiphase-sampling (sampel multi tahap).


b. Non Probability Sampling
Non probability sampling, setiap unsur yang terdapat dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel, bahkan probabilitas anggota tertentu untuk terpilih tidak diketahui. Pemilihan unit sampling didasarkan pada pertimbangan atau penilaian subjektif dan tidak pada penggunaan teori probabilitas.

      1) Convenience Sampling
Convenience sampel adalah teknk penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden untuk dijadikan sampel atau peneliti memilih orang-orang yang terdekat saja.

      2) Purposive Sampling
Merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu.
     
       3) Quota Sampling
Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan kuota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quota masing-masing kelompok terpenuhi maka penelitian belum dianggap selesai.

      4) Snowball Sampling
Adalah teknik pengambilan sampel yang pada mulanya jumlahnya kecil tetapi makin lama makin banyak, berhenti sampai informasi yang didapatkan dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon responden sulit untuk diidentifikasi.




Sumber: Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenamedia Group: Jakarta

-Author: 'Easy' East


Wednesday, November 29, 2017

Skala Pengukuran Instrumen Penelitian

Posted by Unknown on 11/29/2017 06:16:00 PM with No comments
Instrumen merupakan alat yang digunakan sebagai pengumpul data dalam suatu penelitian dapat berupa kuesioner, sehingga skala pengukuran instrumen adalah menentukan satuan yang diperoleh, sekaligus jenis data atau tingkatan data, apakah data tersebut berjenis nominal, ordinal, interval maupun rasio. (baca:  Jenis-jenis data nominal, ordinal, interval, dan rasio )
Penerapan skala ada bermacam-macam, sesuai dengan jenis data yang digunakan, misalnya skala Likert, skala Guttmann, skala Semantic Differentials, skala Bogardus, skala Thurstone.

  1. Skala Likert
Skala Likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Skala Likert memiliki dua bentuk pernyataan, yaitu: pernyataan positif dan negatif. Pernyataan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1; sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, 5. Bentuk jawaban skala Likert terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju.
Dengan menggunakan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan dari variabel menjadi dimensi, dari dimensi dijabarkan menjadi indikator, dan dari indikator dijabarkan menjadi sub-indikator yang dapat diukur. Akhirnya sub-indikator dapat dijadikan tolak ukur untuk membuat suatu pertanyaan/pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.

Contoh: Pernyataan untuk jawaban "setuju"
Pernyataan positif
  • Sangat setuju (SS)             = 5
  • Setuju (S)                          = 4
  • Netral (N)                         = 3
  • Tidak setuju (TS)              = 2
  • Sangat tidak setuju (STS) = 1
Pernyataan negatif
  • Sangat setuju (SS)             = 1
  • Setuju (S)                          = 2
  • Netral (N)                         = 3
  • Tidak setuju (TS)              = 4
  • Sangat tidak setuju (STS) = 5

Contoh: Pernyataan untuk jawaban "penting"
  • Sangat penting (SP)             = 5
  • Penting (P)                           = 4
  • Netral (N)                            = 3
  • Tidak penting (TP)              = 2
  • Sangat tidak penting (STP) = 1
Pernyataan negatif
  • Sangat penting (SP)             = 1
  • Penting (P)                           = 2
  • Netral (N)                            = 3
  • Tidak penting (TP)              = 4
  • Sangat tidak penting (STP) = 5
Alternatif jawaban pada skala Likert tidak hanya tergantung pada jawaban setuju atau penting. Alternatif jawaban dapat berupa apapun sepanjang mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek jawaban, misalnya baik, senang, tinggi, atau puas, dan lain-lain.
Dalam proses pembuatan skala Likert menurut Husien Umar (1998) dapat dilakukan dengan langkah-langkah:
a. Kumpulkan sejumlah yang sesuai dengan sikap yang akan diukur dan dapat diidentifikasikan dengan jelas (positif atau tidak positif)
b. Berikan pertanyaan-pertanyaan di atas kepada sekelompok responden untuk diisi dengan benar.
c. Respon dari tiap pertanyaan dihitung dengan cara menjumlahkan angka-angka dari setiap pertanyaan sedemikian rupa, sehingga repon yang berada pada posisi yang sama akan menerima secara konsisten nilai angka yang selalu sama. Misalnya, bernilai 5 untuk sangat positif dan nilai 1 untuk sangat negatif. Hasil hitung akan mendapatkan skor tiap-tiap pertanyaan dan skor total, baik untuk tiap responden maupun secara total untuk seluruh responden.
d. Selanjutnya, mencari pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dipakai dalam penelitian patokannya sebagai berikut:

  • Pertanyaan yang tidak diisi lengkap oleh responden.
  • Pertanyaan yang secara totalnya, responden tidak menunjukkan korelasi yang substansial dengan nilai totalnya.
e. Pertanyaan-pertanyaan hasil saringan akhir akan membentuk skala Likert yang dapat dipakai untuk mengukur skala sikap serta menjadi kuesioner untuk pengumpulan data berikutnya.

    
      2. Skala Guttman

Skala Guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat tegas(jelas) dan konsisten. Alternatif jawaban pada jenis skala ini hanya terdiri dari dua alternatif.

Contoh: Benar-salah, ya-tidak, yakin-tidak yakin, positif-negatif, sedangkan untuk jawaban responden angka tertinggi 1 dan angka terendah 0. Misalnya: jawaban benar (1) dan jawaban salah (0).
Pertanyaan yang diberikan kepada responden bisa berupa checklist dan bisa juga pilihan berganda.


       3. Skala Semantic Differentials

Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dari sebuah garis kontinum dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak di sebelah kanan atau juga dapat didefinisikan skala ini selalu menunjukkan keadaan yang bertentangan, misalnya: kosong-penuh, jelek-baik, bodoh-cerdas dan sebagainya.

Sumber: Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenamedia Group: Jakarta

-Author: 'Easy' East


Skala Pengukuran Data pada Penelitian Kuantitatif

Posted by Unknown on 11/29/2017 03:32:00 PM with No comments
Berdasarkan jenis skala pengukuran data, data kuantitatif dikelompokkan ke dalam empat jenis yang memiliki sifat berbeda. Adapun definisi dari skala pengukuran data adalah merupakan prosedur pemberian angka pada suatu objek agar dapat menyatakan karakteristik dari objek tersebut. Keempat jenis-jenis skala pengukuran data tersebut, antara lain:


  1. Skala Nominal

Skala nominal adalah suatu skala yang diberikan pada suatu objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekadar label atau kode saja. Skala ini hanya mengelompokkan objek/ kategori ke dalam kelompok tertentu.
Misalnya:

  • Gender: 1 = Laki-laki
                        2 = Perempuan
    • Pendidikan: 1 = untuk tingkat SLTP
                                  2 = untuk tingkat SMU

                                  3 = untuk tingkat perguruan tinggi

    Angka 1 dan 2 atau 3 pada skala pengukuran ini tidak berarti, bahwa angka tiga lebih tinggi kedudukannya daripada angka dua, begitu juga sebaliknya. Angka tersebut hanya sebatas identifikasi saja terhadap suatu objek.

    Skala ini mempunyai dua ciri, yaitu;
    a. Kategori data bersifat saling lepas (satu objek hanya masuk pada satu kelompok saja)
    b. Kategori data tidak disusun secara logis.

         
           2. Skala Ordinal

    Skala ordinal adalah data yang berasal dari kategori yang disusun secara berjenjang mulai dari tingkat terendah sampai ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Dibandingkan dengan data nominal, data ordinal setiap jenjang memiliki sifat yang berbeda. Data jenis ini berlaku perbandingan dengan menggunakan fungsi yang berbeda > atau <.
    Misalnya:
    • Taman kanak-kanak                         = 1
    • Sekolah dasar (SD)                          = 2
    • Sekolah menengah pertama (SMP) = 3
    • Sekolah menengah atas (SMA)       = 4
    • Diploma                                           = 5
    • Sarjana                                             = 6
    Analisis data di atas menunjukkan pendidikan TK dengan nomor urut 1 lebih rendah dibanding dengan tingkat pendidikan SD nomor urut 2 dan SD lebih rendah dibanding SMP.

         
            3. Skala Interval

    Skala interval adalah suatu skala dimana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, dimana jarak/interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Skala ini memiliki ciri sama dengan ciri pada skala ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama. Pada skala ini yang dijumlahkan bukanlah kuantitas atau besaran, melainkan interval dan tidak terdapat nilai nol.
    Contoh:
    Jawaban:       STS    TS    N    S   ST
                            1        2      3    4     5
    Interval antara STS dan TS atau S dan ST adalah sama.

    Ket:
    • STS (Sangat tidak setuju)
    • TS (Tidak setuju)
    • N (Netral)
    • S (Setuju)
    • ST (Sangat setuju)
          
           4. Skala Rasio

    Skala rasio adalah suatu skala yang memiliki sifat-sifat skala nominal skala ordinal dan skala interval dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris. Karena terdapat angka nol maka pada skala ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. Sifat yang membedakan data skala rasio dengan nominal, ordinal dan interval dapat dilihat melalui contoh ini.
    Contoh:
    Panjang suatu benda dalam ukuran meter dinyatakan dalam rasio.
    • Panjang benda 1 meter dengan 2 meter sangat berbeda nyata, sehingga dapat dibuat kategori benda yang berukuran 1 meter dan 2 meter (sifat data nominal).
    • Ukuran panjang benda mulai dari yang terpendek sampai yang paling panjang (sifat data ordinal).
    • Perbedaan antara panjang benda 1 meter dengan 2 meter memiliki perbedaan yang sama antara panjang benda 2 meter dengan 3 meter (sifat data interval).
    • Kelebihan sifat yang dimiliki data rasio ada dua hal, yaitu data rasio memiliki angka 0 meter, artinya tidak ada benda yang diukur dan benda yang memiliki panjang 4 meter 2 kali lebih panjang dari benda yang memiliki panjang 2 meter. Kedua hal tersebut tidak dimiliki oleh jenis data nominal, ordinal, dan interval.

    Sumber: Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenamedia Group: Jakarta

    -Author: 'Easy' East

    Dasar-dasar Penelitian

    Posted by Unknown on 11/29/2017 01:10:00 PM with No comments
    1. Pengertian Penelitian
    Penelitian adalah terjemahan dari kata Inggris research. kata research sendiri berasal dari kata re yang berarti "kembali" dan to search yang berarti mencari. Dengan demikian, arti sebenarnya dari research adalah "mencari kembali". Adapun pengertian penelitian menurut para ahli adalah sebagai berikut:
    a. Penelitian adalah suatu metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan pemikiran kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati untuk menentukan apakah ia cocok dengan hipotesis. (Woody, 1927)
    b. Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. (Parson, 1946)
    c. Penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antarfakta dan menghasilkan dalil atau hukum. (John, 1949)

    Dari beberapa pengertian penelitian yang dikemukakan beberapa ahli, maka pengertian penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: "Penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu/masalah dengan perlakuan tertentu terhadap masalah tersebut seperti memeriksa, mengusut, menelaah dan mempelajari secara cermat serta memformulasikan hipotesis sehingga diperoleh sesuatu seperti mencapai kebenaran, memperoleh jawaban atas masalah, pengembangan ilmu pengetahuan, dan sebagainya."

     2. Jenis-Jenis Penelitian
    Penelitian dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain:
    2.1 Jenis Penelitian Berdasarkan Hasil Yang Ingin Dicapai
    Jenis penelitian berdasarkan hasil yang ingin dicapai dibedakan atas dua kategori, antara lain:
    a. Penelitian Dasar (Basic Research) Penelitian dasar adalah penelitian yang mempunyai alasan intelektual, dalam rangka memperluas ilmu pengetahuan manusia tidak untuk membuat atau menciptakan sesuatu.
    Contoh: Pengaruh pemberian stimulus terhadap respon pada binatang. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan pada manusia, misalnya pengaruh pemberian insentif terhadap perilaku kerja.
    b. Penelitian Terapan (Applied Research) Penelitian terapan adalah penelitian yang mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui tujuan agar dapat melakukan sesuatu yang jauh lebih baik, lebih efektif dan efisien.
    Contoh: Pengaruh traktornisasi terhadap penyerapan tenaga kerja. Pengaruh produktivitas tenaga kerja terhadap kepuasan kerja.
    2.2 Jenis Penelitian Menurut Metode Jenis penelitian berdasarkan metode, dibedakan atas delapan kategori, antara lain:
    a. Penelitian Survei (Survey Research) Penelitian survei adalah penelitian dengan tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel-variabel yang diteliti.
    b. Penelitian Ex Post Facto Penelitian Ex Post Facto adalah penelitian dengan melakukan penyelidikan secara empiris yang sistematik, dimana peneliti tidak mempunyai kontrol langsung terhadap variabel-variabel bebas (Independent Variables), karena fenomena sukar dimanipulasi.
    c. Penelitian Percobaan (Experiment Research) Penelitian percobaan adalah penelitian dengan melakukan sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen.
    d. Penelitian Naturalistik Jenis Penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alami (sebagai lawannya adalah ekspermen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), data yang dihasilkan bersifat deskriptif, dan analisis data dilakukan secara induktif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
    e. Penelitian Policy (Policy Research) Penelitian policy research dimulai karena adanya masalah, dan masalah ini pada umumnya dimiliki oleh para administrator atau pengambil keputusan pada suatu organisasi.
    f. Penelitian Tindakan (Action Research) Penelitian tindakan adalah suatu penyelidikan atau penelitian dalam konteks usaha yang berfokus pada peningkatan kualitas organisasi serta kinerjanya.
    g. Penelitian Evaluasi Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan.
    h. Penelitian Sejarah Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu.

    2.3 Jenis Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi
    Penelitian menurut tingkat eksplanasi (penjelasan) adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan/pengaruh atau membandingkan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Jenis penelitian menurut tingkat eksplanasi dapat dikelompokkan menjadi:
    a. Penelitian Deskriptif 
    Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.
    Contoh: Produktivitas kerja pegawai negeri tinggi.
    b. Penelitian Komparatif 
    Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian variabel mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
    Contoh: Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri dan swasta. 
    c. Penelitian Asositif/Hubungan 
    Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
    Contoh: Adakah hubungan antara produktivitas kerja dengan kepuasan kerja.

    2.4 Jenis Penelitian Menurut Jenis Data
    Jenis penelitian ini dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu:
    a. Jenis Kualitatif (data berbentuk kalimat)
    b. Janis Kuantitatif (data berbentuk angka)
    c. Gabungan (bentuk kalimat dan angka)

    Sumber: Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenamedia Group: Jakarta

    -Author: 'Easy' East

    Monday, November 27, 2017

    10 kuliner khas palembang

    Posted by Min ho on 11/27/2017 08:08:00 AM with No comments

    1. Pempek

    pempek dan tekwan
    Pempek atau tekwan?
    Mungkin tidak usah ditanya lagi ya. Pempek adalah ikon kota Palembang, mungkin jauh lebih populer daripada jembatan Ampera. Pempek adalah kuliner khas palembang yang menjadi makanan sehari-hari disini. Di warung manapun, pasti olahan ikan ini sudah tersedia di meja tanpa dipesan, untuk sekedar kudapan. Jangan kaget melihat orang palembang sarapan dengan “menghirup cuko” alias meneguk kuah pempek yang terbuat dari gula aren, cabai, bawang, dan asam ini.

    2. Tekwan

    Tekwan mirip pempek namun ia tak digoreng, tapi direbus. Disajikan dengan kuah bening seperti sup dan biasanya disajikan dengan berbagai pelengkap seperti soun, jamur kuping, dan irisan bengkuang.
    Tekwan ini adalah “bakso” orang Palembang.

    3. Pindang

    Pindang palembang
    Mau pindang apa?
    Pindang ini mirip tom yum. Sup ikan asam, pedas, manis, dan segar ini pasti akan menambah selera makan kita. Pindang bisa memakai ikan patin, ikan gabus, ataupun tulang iga. Semangkuk pindang patin hangat dan nasi adalah ide makan siang yang saya rekomendasikan. Kuliner khas palembang ini bisa ditemukan dimana-mana, tapi yang cukup terkenal adalah warung mbok War yang berada di atas perahu di dekat jembatan Ampera.
    warung mbok war
    warung mbok war

    4. Mie Celor

    Mie Celor Palembang
    Mie celor yang gurih, sarapan penuh kalori.
    Mie Celor adalah mie yang disajikan dengan kuah santan kental yang dicampur dengan kaldu udang dan sayuran toge yang sedikit sekali. Mie khas palembang ini biasa disantap waktu sarapan. Mie nya tebal seperti udon dan kuahnya sangat gurih. Hati-hati kolesterol hehe.
    Mie Celor yang saya coba adalah Mie Celor 26 Ilir yang berlokasi di Jl. KH Ahmad dahlan.
    Mie Celor 26 palembang
    Mie Celor 26

    5. Martabak Har

    Martabak har
    Martabak har
    Martabak khas palembang ini mirip seperti martabak telur. Namun kuahnya bukanlah cuko. Kuah martabak har adalah kuah kari yang punya rasa rempah kuat, serta dicampur kentang dan daging. Telur di Martabak Har tidak dicampur di dalam martabak, melainkan dibalut bersama kulit martabak. Cara memakannya martabak tidak dicocol ke kuah, tapi disiram langsung saat masih panas. Ada sekitar 8 cabang Martabak Har di palembang, jadi tak sulit menemukannya.

    6. Laksan, Burgo, dan Celimpungan.

    laksan, burgo, dan celimpungan
    laksan, burgo, dan celimpungan
    Laksan adalah pempek lenjer yang direbus dan diberi kuah santan (lagi-lagi santan haha!). Penampakannya seperti lontong sayur, tapi tetap saja
    Yang bulat kiri bawah adalah celimpungan , yang kiri atas adalah burgo, yang tengah adalah laksan, dan yang kanan bawah adalah ragit. Mereka semuanya mirip, terbuat dari tepung beras dan olahan ikan. Dengan kuah kari yang rasanya mirip-mirip. Silakan pilih kuahnya mau yang agak manis, agak pedas, atau gurih saja.
    *brb cek timbangan*
    dfadf
    Salah satu warung penjual laksan dan kawannya

    7. Tempoyak

    tempoyak duren palembang
    Tempoyak = Sambal duren
    Tempoyak adalah sejenis sambal yang dibuat dari fermentasi durian. Rasanya asam dan punya aroma durian. Foto diatas adalah semacam pepes ikan patin yang dicampur sambal tempoyak. Selera sih, kalau saya kurang cocok dengan aroma tempoyak ini. Pak Latif, guide saya bilang, “Wah kalau saya pakai nasi, kerupuk, dan tempoyak saja sudah bisa makan!”
    Ampun pak..

    8. Lenggang

    lenggang palembang
    Pempek Lenggang
    Lenggang masih keluarga pempek. Cara membuatnya adalah pempek lenjer dipotong-potong dan dicelupkan ke telur, biasanya telur bebek. Lenggang bisa digoreng atau dipanggang. Lenggang bisa dimakan langsung atau dengan kuah cuko. Lenggang yang saya coba adalah di Pempek Saga Sudi Mampir di Jalan Merdeka, persis depan kantor Walikota Palembang. Disana juga kamu bisa beli oleh-oleh pempek yang sudah dibungkus khusus oleh-oleh.
    Siap-siap pesawat yang take off dari palembang bau cuko semua.

    9. Munggahan

    Makan ala nikahan tradisional palembang
    Makan ala nikahan tradisional palembang
    Munggahan bukanlah jenis makanan. Ia adalah cara makan. Munggahan biasanya disajikan saat resepsi pernikahan khas tradisional palembang. Dalam munggahan, kita harus duduk lesehan melingkari makanan sebanyak delapan orang. Makannya dengan tangan. Menu yang pasti ada adalah nasi minyak, mirip nasi kebuli. Kemudian ada gulai kambing, kari ayam, dan sayuran yang diberi bumbu kacang. Tak lupa acar kedondong yang segar jadi penetralisir lemak yang sedang kamu tumpuk itu.

    10. Duren!

    Duren!!!!!
    Duren di Pasar Kuto, ditraktir oleh temen2 dari dinas pariwisata sumatera selatan :)
    Love it or hate it, durian selalu jadi primadona di Palembang!

    10 tempat wisata di kota palembang

    Posted by Min ho on 11/27/2017 08:03:00 AM with No comments

    1. Jembatan Ampera

    Jembatan Ampera
    Jembatan Ampera
    Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan yang sudah menjadi ikon dan lambang kota Palembang. Mulai dibangun pada tahun 1962, jembatan ini selesai dibangun dalam jangka waktu 3 tahun. Jembatan Ampera menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisahkan oleh Sungai Musi. Sekitar 50 meter dari Jembatan Ampera, terdapat sebuah pasar yang merupakan pusat souvenir dan makanan sehingga Anda dapat dengan mudah membeli oleh-oleh dan mengisi perut.

    2. Sungai Musi

    Sungai Musi
    Sungai Musi
    Sungai Musi adalah sungai terpanjang di Sumatera dengan panjang mencapai 750 KM. Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi 2 bagian dan dulunya merupakan sarana transportasi utama di Palembang. Di tepi Sungai Musi terdapat beberapa obyek wisata, di antaranya restoran terapung, Kampung Arab, dan Benteng Kuto Besak. Menurut saya, Sungai Musi adalah tempat yang pas untuk berwisata kuliner di kota Palembang.

    3. Pulau Kemaro

    Pulau Kemaro
    Pulau Kemaro
    Pulau Kemaro terletak di tengah Sungai Musi, sekitar 6 KM dari Jembatan Ampera. Saat ini Pulau Kemaro adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang paling terkenal. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah vihara yang banyak didatangi oleh umat Buddha untuk berdoa dan berziarah. Di sini juga dapat ditemukan sebuah makam yang merupakan makam dari seorang putri Palembang. Putri ini mempunyai cerita tersendiri, yaitu dia menikah dengan anak raja dari China dengan mas kawin berupa 9 guci emas, namun pada akhirnya pasangan tersebut menerjunkan diri ke sungai dan tenggelam.
    Di Pulau Kemaro terdapat beberapa hal menarik, misalnya pagoda berlantai 9 yang dibangun pada tahun 2006, dan pohon cinta. Masyarakat setempat percaya bahwa bila sepasang kekasih mengukir namanya di pohon cinta ini, maka hubungan cinta mereka akan berlanjut sampai dengan pernikahan.

    4. Taman Hutan Wisata Punti Kayu

    Taman Hutan Wisata Punti Kayu
    Taman Hutan Wisata Punti Kayu
    Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah tempat wisata di Palembang yang berupa hutan wisata. Hutan wisata ini adalah satu-satunya di Palembang, tidak ada hutan wisata yang lain. Berlokasi sekitar 7 KM dari pusat kota Palembang, Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah salah satu tempat wisata keluarga yang favorit di Palembang. Mempunyai luas sektiar 50 hektar, Taman Hutan Wisata Punti Kayu mempunyai fasilitas wisata yang lengkap, disertai dengan penangkaran buaya dan kebun binatang. Selain berenang, bermain perahu, berpiknik, dan bermain di taman, Anda juga dapat melihat atraksi gajah dan menunggang kuda di sini. Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah hutan pinus kota yang paling besar di Indonesia. Harga tiket masuk Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah 5,000 Rupiah dan buka dari jam 9 pagi sampai dengan jam 4 sore.

    5. Benteng Kuto Besak

    Benteng Kuto Besak
    Benteng Kuto Besak
    Benteng Kuto Besak adalah bangunan kebanggan kota Palembang. Berdiri kokoh dengan bahan batu, Benteng Kuto Besak merupakan saksi perjuangan melawan para penjajah. Dari Benteng Kuto Besak, Anda dapat melihat banyak kapal berlayar di Sungai Musi. Benteng Kuto Besak adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang sudah menjadi ikon unik karena keindahan yang ditawarkannya, terutama pada sore hari.


    6. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin

    Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin
    Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin
    Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin adalah masjid yang paling besar di kota Palembang. Bangunan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin merupakan gabungan dari arsitektur Indonesia, Eropa, dan China. Tempat ini adalah tempat yang cocok untuk wisata budaya dan wisata religi di Palembang. Di dekat Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Anda dapat menemukan 2 pasar yang menjual berbagai macam souvenir, kain tenun, kerajinan kayu, dan makanan.

    7. Taman Kambang Iwak

    Taman Kambang Iwak
    Taman Kambang Iwak
    Taman Kambang Iwak merupakan salah satu peninggalan sejarah sejak jaman penjajahan Belanda. Dulunya, Taman Kambang Iwak digunakan untuk tempat rekreasi keluarga Belanda yang tinggal di sekitar Taman Kambang Iwak. Sekarang ini, Taman Kambang Iwak adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang sangat disukai. Banyak orang berlari pagi di taman ini, mengelilingi kolam dengan panjang lebih dari 800 meter. Selain memiliki berbagai fasilitas permainan, tempat ini juga mempunyai banyak restoran yang cocok untuk berkumpul anak muda.

    8. Gelora Sriwijaya

    Gelora Sriwijaya
    Gelora Sriwijaya
    Gelora Sriwijaya adalah sebuah stadion sepak bola yang terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas 40,000 orang. Selain besar, Gelora Sriwijaya juga diakui sebagai stadion berkelas internasional. Gelora Sriwijaya adalah bangunan kebanggaan Palembang. Saat ini Gelora Sriwijaya digunakan oleh Sriwijaya FC sebagai markas dan tempat pertandingan sepak bola. Selain itu, Gelora Sriwijaya juga sering kali digunakan sebagai tempat acara tertentu karena luas dan kapasitasnya yang besar.

    9. Air Terjun Lematang Indah

    Air Terjun Lematang Indah
    Air Terjun Lematang Indah
    Terletak di kota Pagar Alam, Air Terjun Lematang Indah adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang paling terkenal, dalam kategori wisata alam. Air Terjun Lematang Indah mempunyai ketinggian sekitar 40 meter, tidak terlalu tinggi, namun mempunyai lingkungan sekitar yang asri sehingga sangat menyejukan mata pengunjung. Perjalanan menuju Air Terjun Lematang Indah akan menyuguhkan Anda pemandangan yang indah, sehingga Anda tidak akan bosan di perjalanan. Bila Anda datang berkunjung pada musim hujan, berhati-hatilah karena tangga yang ada di Air Terjun Lematang Indah dapat menjadi sangat licin bila terkena hujan. Harga tiket masuk Air Terjun Lematang Indah adalah 4,000 Rupiah per orang.

    10. Masjid Cheng Ho

    Masjid Cheng Ho
    Masjid Cheng Ho
    Masjid Cheng Ho adalah masjid yang unik dan tiada duanya. Kenapa begitu? Jawabannya adalah karena Masjid Cheng Ho mempunyai nuansa khas budaya China. Sekarang ini, Masjid Cheng Ho tidak hanya sekedar tempat ibadah, melainkan sudah menjadi salah satu tempat wisata di Palembang yang paling favorit. Pengunjung Masjid Cheng Ho tidak hanya dari sekitar Palembang, melainkan juga dari Malaysia, Taiwan, Jakarta, Singapura, Medan, dan lain-lain