Instrumen merupakan alat yang digunakan sebagai pengumpul data dalam suatu penelitian dapat berupa kuesioner, sehingga skala pengukuran instrumen adalah menentukan satuan yang diperoleh, sekaligus jenis data atau tingkatan data, apakah data tersebut berjenis nominal, ordinal, interval maupun rasio. (baca: Jenis-jenis data nominal, ordinal, interval, dan rasio )
Penerapan skala ada bermacam-macam, sesuai dengan jenis data yang digunakan, misalnya skala Likert, skala Guttmann, skala Semantic Differentials, skala Bogardus, skala Thurstone.
- Skala Likert
Skala Likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Skala Likert memiliki dua bentuk pernyataan, yaitu: pernyataan positif dan negatif. Pernyataan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1; sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, 5. Bentuk jawaban skala Likert terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju.
Dengan menggunakan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan dari variabel menjadi dimensi, dari dimensi dijabarkan menjadi indikator, dan dari indikator dijabarkan menjadi sub-indikator yang dapat diukur. Akhirnya sub-indikator dapat dijadikan tolak ukur untuk membuat suatu pertanyaan/pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.
Contoh: Pernyataan untuk jawaban "setuju"
Pernyataan positif
- Sangat setuju (SS) = 5
- Setuju (S) = 4
- Netral (N) = 3
- Tidak setuju (TS) = 2
- Sangat tidak setuju (STS) = 1
Pernyataan negatif
- Sangat setuju (SS) = 1
- Setuju (S) = 2
- Netral (N) = 3
- Tidak setuju (TS) = 4
- Sangat tidak setuju (STS) = 5
Contoh: Pernyataan untuk jawaban "penting"
- Sangat penting (SP) = 5
- Penting (P) = 4
- Netral (N) = 3
- Tidak penting (TP) = 2
- Sangat tidak penting (STP) = 1
Pernyataan negatif
- Sangat penting (SP) = 1
- Penting (P) = 2
- Netral (N) = 3
- Tidak penting (TP) = 4
- Sangat tidak penting (STP) = 5
Alternatif jawaban pada skala Likert tidak hanya tergantung pada jawaban setuju atau penting. Alternatif jawaban dapat berupa apapun sepanjang mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek jawaban, misalnya baik, senang, tinggi, atau puas, dan lain-lain.
Dalam proses pembuatan skala Likert menurut Husien Umar (1998) dapat dilakukan dengan langkah-langkah:
a. Kumpulkan sejumlah yang sesuai dengan sikap yang akan diukur dan dapat diidentifikasikan dengan jelas (positif atau tidak positif)
b. Berikan pertanyaan-pertanyaan di atas kepada sekelompok responden untuk diisi dengan benar.
c. Respon dari tiap pertanyaan dihitung dengan cara menjumlahkan angka-angka dari setiap pertanyaan sedemikian rupa, sehingga repon yang berada pada posisi yang sama akan menerima secara konsisten nilai angka yang selalu sama. Misalnya, bernilai 5 untuk sangat positif dan nilai 1 untuk sangat negatif. Hasil hitung akan mendapatkan skor tiap-tiap pertanyaan dan skor total, baik untuk tiap responden maupun secara total untuk seluruh responden.
d. Selanjutnya, mencari pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dipakai dalam penelitian patokannya sebagai berikut:
- Pertanyaan yang tidak diisi lengkap oleh responden.
- Pertanyaan yang secara totalnya, responden tidak menunjukkan korelasi yang substansial dengan nilai totalnya.
e. Pertanyaan-pertanyaan hasil saringan akhir akan membentuk skala Likert yang dapat dipakai untuk mengukur skala sikap serta menjadi kuesioner untuk pengumpulan data berikutnya.
2. Skala Guttman
Skala Guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat tegas(jelas) dan konsisten. Alternatif jawaban pada jenis skala ini hanya terdiri dari dua alternatif.
Contoh: Benar-salah, ya-tidak, yakin-tidak yakin, positif-negatif, sedangkan untuk jawaban responden angka tertinggi 1 dan angka terendah 0. Misalnya: jawaban benar (1) dan jawaban salah (0).
Pertanyaan yang diberikan kepada responden bisa berupa checklist dan bisa juga pilihan berganda.
3. Skala Semantic Differentials
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dari sebuah garis kontinum dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak di sebelah kanan atau juga dapat didefinisikan skala ini selalu menunjukkan keadaan yang bertentangan, misalnya: kosong-penuh, jelek-baik, bodoh-cerdas dan sebagainya.
Sumber: Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Prenamedia Group: Jakarta
-Author: 'Easy' East
0 comments:
Post a Comment